AS Sangat Prihatin dengan Budidaya Tanaman Koka di Kolumbia 

Amerika sangat prihatin atas meningkatnya budidaya tanaman koka di Kolombia, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo, Rabu (2/1).

Tetapi, Pompeo mengatakan, Amerika akan bekerja sama dengan negara di Pegunungan Andes itu untuk mengurangi produksi bahan baku kokain itu menjadi setengahnya pada akhir 2023.

Pompeo bertemu Presiden Kolombia Ivan Duque dalam kunjungan singkat ke kota pesisir Cartagena.

Kolombia telah lama menjadi produsen kokain terbesar di dunia, dengan koka sebagai bahan dasarnya, tetapi data PBB pada 2017 menunjukkan potensi hasil terbesar sejak badan dunia itu mulai mencatat, produksi kokain sebanyak 1.379 metrik ton.

Luas areal tanaman koka Kolombia naik 17 persen menjadi 171 ribu hektar pada 2017, menurut PBB. Kenaikan itu disebabkan peningkatan produktivitas dan petani sangat ingin memperluas dengan harapan mendapat lebih banyak bantuan untuk beralih ke tanaman lain.

Pemerintah ingin memberantas 100 ribu hektar tanaman koka pada 2019. Total, lebih 80 ribu hektar tanaman terlarang itu diberantas pada 2018, ujar Presiden Duque bulan lalu.[ka]


Artikel yang berjudul “AS Sangat Prihatin dengan Budidaya Tanaman Koka di Kolumbia ” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments