Bawaslu Pertanyakan Alasan Polisi Hentikan Kasus Ketua PA 212 Slamet Ma’arif

Aspiranesia, Jakarta – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan mempertanyakan sikap kepolisian yang menghentikan kasus dugaan pelanggaran UU Pemilu oleh Ketua PA 212 Slamet Ma’arif. Menurut dia, pemeriksaan di Sentra Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) secara berjenjang sudah kuat mengindikasi adanya pelanggaran.

“Kalau kemudian saat ini SP3, mestinya dalam pemahaman yang ideal bahwa ketika suatu kasus sudah dibahas sejak awal oleh tiga lembaga (Bawaslu, Kejaksaan, Polri), kemudian SP3, itu balik lagi awalnya kenapa itu?” tanya Abhan soal kasus Slamet Ma’arif.

“Kalau (awalnya) sudah tahu lemah jangan lanjut, kalau tahu kuat ayo lanjut, kira-kira itu kan. Kalau itu (dihentikan) ya mohon tanyakan saja ke sana (polisi),” lanjut dia.

Abhan menjelaskan, mekanisme penanganan pelanggaran dan pidana pemilu bukan otoritas mutlak di tangan Bawaslu. Ada pembahasan di Sentra Gakkumdu yang anggotanya juga diambil dari Polri.

Menurut dia, penghentian kasus seperti yang menjerat Slamet Ma’arif bukan kali pertama. Sebelumnya, terjadi hal serupa di Manado, kendati dia mengaku tak mengingat persis detil kasus tersebut.

“Jadi sebetulnya kalau ketika banyak hal di awal sudah dituangkan dalam berita acara pembahasan sentra Gakkumdu tahap 1,2, 3 clear, kemudian di tengah jalan ada apa (SP3). Kemudian ya saya enggak tahu ya wallahualam, mohon bisa dikonfirmasi ke kepolisian,” Abhan menyudahi.

 


Artikel yang berjudul “Bawaslu Pertanyakan Alasan Polisi Hentikan Kasus Ketua PA 212 Slamet Ma’arif” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments