Tanggapan Partai Baru Soal Tingginya Resistensi dalam Survei Kompas

Kendati begitu, Andi merasa optimistis partainya lolos lantaran mengusung ketokohan Soeharto. Menurut dia, jumlah masyarakat yang mengidolakan pemimpin era Orde Baru itu jumlahnya mencapai 30 persen di seluruh Indonesia.

“Ya itu mungkin salah satu argumen penilain ya, tapi di sisi lain Partai Berkarya ini menjual selain tokoh Pak Harto dengan pikiran-pikiran beliu dan semua anak-anak Pak Harto ada di Berkarya,” ujar dia.

“Sekarang itu jadi market tersendiri karena kita kan visinya memperjungakan Trilogi Pembangunan Pak Harto yang dulu diwacanakan di zaman beliau bisa juga diterapkan saat ini sesuai dengan zaman dari program-program yang positif untuk bangsa kita saat ini,” jelas Andi.

Respons berbeda ditunjukan Juru Bicara PSI, M Guntur Romli. Alumnus Universitas Al-Azhar, Mesir, itu tidak terlalu melihat serius hasil survei Litbang Kompas. Romli menyebut partainya hanya menjadikan survei sebagai referensi untuk mengevaluasi.

“Soal survei, ini kan Kompas hanya salah satu lembaga survei. Kita kan membandingkan juga dengan lembaga survei yang lain. Aslinya kan survei di Y-Publika, Indo Barometer, terus Indef (elektabilitas) kami lumayan menggemberikan ya 3,6 persen, 4,2 persen,” ujar Guntur kepada Aspiranesia, Kamis (21/3/2019).

“Tapi intinya, survei Kompas itu menjadi referensi. Kalau itu menggembirakan menjadi semangat, kalau tidak menggembirakan kita evalusai lagi untuk melihat lagi kerja-kerja kami gitu,” kata Romli.

Dirinya cenderung meragukan hasil survei dari Litbang Kompas itu. Menurut Romli, hasil survei Litbang Kompas dengan SMRC terpaut terlalu jauh.

“Mau ilmiah atau ndak, perbandingan aja mas, Kompas sama SMRC kan terlalu jauh itu. Iya kan sama-sama baru (keduanya) kan. Kompas aja kaya ndak percaya diri dengan hasil surveinya sendiri,” kata Romli.

Terkait besarnya resistensi masyarakat terhadap partainya, Romli membantah hal itu. Menurut aktivis NU itu, di lapangan tidak ditemukan hal demikian.

“Kalau saya lihat di lapangan, belusukan-belusukan ndak ada penolakan, ndak ada resistensi. Saya baru dari Ambon ketemu MUI, ketemu dengan Uskup Agung Ambon di Maluku, terus Sinode Greja Protestan Maluku. Kita semua diterima, bahkan menganggap bahwa PSI itu perjuangannya sama kaya perjuangan tokoh agama Islam, tokoh agama Kristen karena antikorupsi dan anti-intoleransi gitu. Selama ini tidak ada resistensi,” ujar Romli.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

Beredar spanduk PSI dukung LGBT, PSI laporkan peredaran spanduk ke Bareskrim Mabes Polri dan Bawaslu DKI Jakarta.


Artikel yang berjudul “Tanggapan Partai Baru Soal Tingginya Resistensi dalam Survei Kompas” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments