Venezuela Tahan Pembantu Utama Pemimpin Oposisi

Pemimpin oposisi Venezuela yang menyatakan diri sebagai presiden sementara, Juan Guaido, mengatakan, para petugas intelijen telah menahan kepala stafnya.

Pembantu Guaido, Roberto Marrero, dibawa ke tahanan setelah penggerebekan di rumahnya semalam. Kediaman anggota parlemen Sergio Vergara juga digeledah tetapi ia tidak ditahan.

“Kami tidak tahu keberadaannya,” tulis Guaido mengenai Marrero dalam cuitan pagi hari. “Ia harus dibebaskan segera.”

Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Guaido sama-sama mengaku sebagai presiden yang sah di negara di Amerika Selatan itu.

Amerika Serikat telah sering memperingatkan pemerintah Sosialis Maduro agar tidak menangkap Guaido atau para pembantunya. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo segera mengecam tindakan itu dan menuntut agar Marrero dibebaskan.

“Kami menyerukan pembebasannya segera,” kata Pompeo melalui Twitter. “Kami akan menuntut pertanggungjawaban mereka yang terlibat.”

Presiden Amerika Donald Trump Selasa menegaskan bahwa “semua opsi” dipertimbangkan untuk menyingkirkan Maduro dari posisinya, memberi kesan tindakan militer jika diperlukan.

Guaido menyatakan diri sebagai presiden sementara pada 23 Januari. Ia mendapat dukungan dari Amerika dan sekitar 50 negara lainnya, terutama di Amerika Latin.

Maduro didukung Rusia dan Kuba, mempertahankan kesetiaan pimpinan militer dan mempertahankan kontrol atas aparatur negara.

Kementerian Informasi Venezuela belum segera mengomentari operasi yang berlangsung semalam.

Ekonomi negara kaya minyak itu mengalami kontraksi tajam dalam beberapa tahun ini dan inflasi telah melampaui 2 juta persen. Kondisi ekonomi yang mengerikan ini telah memicu malnutrisi dan penyakit serta mendorong eksodus lebih dari 3 juta warganya sejak 2015.

Kondisi ekonomi itu diperkirakan memburuk sewaktu Amerika, pembeli terbesar minyak mentah Venezuela, memberlakukan larangan terhadap semua penjualan minyak ke Amerika pada 28 April mendatang.

Maduro menyatakan pemerintahnya telah menjadi korban “perang ekonomi” yang dipimpin lawan-lawan politiknya dan menyebut sanksi-sanksi finansial dan minyak Amerika sebelumnya sebagai penyebab krisis ekonomi negara itu. [uh]


Artikel yang berjudul “Venezuela Tahan Pembantu Utama Pemimpin Oposisi” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments