Catatan Prof Rhenald Kasali PhD mengenai masalah Garuda Indonesia

1. Kalau soal Garuda, kita harus bicara dengan kepala dingin. Sebab jangan-jangan banyak yang salah dan gagal paham dalam banyak hal.

2. Pertama, urus airlines itu memang rumit. Selain harus utamakan keselamatan penumpang, juga urus servis dan high tech. Harga pesawat berubah2 tergantung siapa yg kuasai pesawat dan keadaan supply demand saat kita beli atau saat negosiasi. Dan itu menggunakan dollar, sementara penghasilan rupiah dan mayoritas penumpang kita price sensitive.

3. Investasinya besar, resiko besar.sudah begitu airlines adalah industri yg sdh semakin sulit meraih untung

4. Jadi hampir tak ada airlines corp di dunia yg stand alone, hanya hidup dari traffic penumpang atau cargo dan bisa untung. Itu sudah tak bisa lagi. Maka CEO harus berpikir, cari cara2 baru. Value creation dalam dunia bisnis, maaf ini agak teknis, sdh tidak bisa lagi dari supply chain krn mahal. Business model dunia baru menandaskan, smua bisnis harus explore value dari ekosistemnya. Jd itu sebenarnya yang sy lihat sedang dilakukan oleh Ari askara, anak muda yg dibesarkan oleh zamannya. Maka dia gandeng Mahata, sebuah startup

5. So, bisnis airline memang tak bs lagi hidup dari pendapatan tiket. The main is no longer the main. Sama seperti suratkabar tak bs lg hidup dari jualan koran. Nokia saja sbg standalone ponsel mati. Smua bisnis sdh berpindah ke Superaps krn inii adalah eranya mobilisasi dan orkestrasi (#MO).

Hidup berubah, didapat keuntungan di masa depan hanya kl kita menciptakan network value. Celakanya ini blm dipahami orang2 lama, baik sebagai eksekutif, pengusaha lama, atau regulator yg tak mau sabar melihat cara baru tumbuh. Ditambah banyak mental "menghakimi" yg hidup di sini.

6. Jadi Ari Askhara sbg #newpower seperti tengah berhadapan dengan #oldpower yg punya uang, jabatan atau kekuasaan. Kita masyarakat hrs lbh jernih dan menghargai sosok2 exploratif.

7. Mungkin dia salah, mungkin juga tidak. Semua debatable. Perlu waktu dan saling memahami what's going on. Mungkin dia salah kalau pakai kriteria lama. Mungkin juga tidak kalau pakai kriteria baru. Dunia yg saling mengorkestrasi dan tak harus menguasai asset. Rezekinya dari jejaring yg saling menciptakan create value seperti Gojek yang tak hrs bermodal besar tetapi valuasinya bs lbh besar dari yg punya asset kendaraan banyak.

8. Jadi memangnya gampang cari yg mau kerja dan mau dicaci maki sbg CEO Garuda sperti Ari Askhara? Kl diganti saja sih gampang. Cari penggantinya yg sulit, apalagi yg mau mikir dan cari alternatif. Sdh begitu, perusahaan ini sulit skl meraih untung. Mana ada insentif utk eksekutif hebat duduk di sana, kecuali tentunya yg punya pikiran lain atau ada misi lain. Baiknya kita jernih melihat ini.

9. Harap kita catat,  dr dulu, setiap ada perbaikan di Garuda, selalu ada yg ribut kok. Itu hrsnya kita bertanya mengapa?

10. Sekarang zamannya tak ada stand alone business model hidup. Cari cari sumber lain. Itu sebenarnya yg dilakukan Ari Askhara. Namanya dalam airlines: ancillary income. Pendapatan lain2 dari network effect. Nah ini yg ramai saat dia dapat kontrak dr Mahata. Debatable tentang sesuatu yg baru. Ya wajar saja kan. GOJEK saja dulu diributkan waktu masuk menjadi sharing ride. Orang tak kenal model businessnya. Wajar saja

11. Lalu orang ribut soal revenue recignition yg diakui tahun 2018 dan dicatat oleh kantor akuntan publik. Ini juga debatable. Namanya juga startup. Mahata itu, model bisnisnya benar2 baru bagi banyak orang. Cara pembayarannya juga banyak yg blm dikenal orang. Sewaktu Gojek, valuasinya dinilai melebihi Garuda yg assetnya segambreng dan riil itu, sebagian orang juga ribut kok. Debatable, tapi mereka tidak mencuri. Masing2 punya logikanya sendiri, ada cara lama dan ada cara2 baru yg blm banyak dikenal orang lama. Selalu ribut

12. Setelah itu ribut soal lain2. Semua terjadi saat dunia airlines sedang melakukan konsolidasi, saat jumlah penumpang di asia sedang menurun, harga tiket full service airlines naik, saat penumpang Indonesia lg takut naik lion dan air asia yg kecelakaan tahun lalu, saat Sriwijaya tak bs bayar hutangnya ke garuda di GMF shg ia minta ditake over Garuda, saat jalan tol darat dan laut membaik (sehingga penumpang lbh suka lewat darat dan shifting)... ditambah kemarin saat pilpres... rame deh

13. Lalu ribut lagi soal jabatan sbg komisaris di Sriwijaya. Hm ini juga ramai. Lagi2 di BUMN memang direksilah yg ditunjuk utk mengawasi anak2 perusahaannya. Hanya sj mereka berbeda layanan, beda segmen. Yg satu full service yg satunya minimum service. Marketnya beda. Kl sama mah, sdh pasti dia akan beli pesawatnya saja, bukan perusahaannya.

14. Sy dengar dan amati anak ini, Ari Askara, orang baik, lurus, pandai,  dan pekerja keras. Dia mau mengotori tangannya untuk lakukan hal2 yg blm tentu orang mau melakukannya demi memajukan Garuda. Hanya sj dia adalah #newpower yg berhadapan dgn logika2 lama, #oldpower.  Jd kita hrs sedikit sabar dan mau lbh terbuka. Jangan gegabah, jangan salah tembak.

No comments