Pemimpin Hong Kong Serukan Pawai Damai Jadi Titik Balik Krisis

Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengatakan ia berharap pawai damai hari Minggu melewati jalan-jalan di teritori China itu, menandai titik balik dalam protes antipemerintah selama hampir dua bulan ini.

Protes tersebut bermula dari usulan legislasi mengenai ekstradisi, yang memungkinkan tersangka penjahat dikirim ke China daratan. Tetapi protes berubah menjadi kekerasan dan menjerumuskan Hong Kong ke dalam krisis politik terbesarnya sejak Inggris mengembalikan wilayah itu ke Beijing pada tahun 1997.

Demonstran telah mengajukan satu daftar tuntutan, termasuk di antaranya penarikan penuh legislasi ekstradisi itu, penyelidikan independen terkait tuduhan kebrutalan polisi selama protes, pembebasan lebih dari 700 orang yang ditahan sewaktu demonstrasi berlangsung, pemilihan langsung pemimpin kota itu, dan pengunduran diri Lam.

Lam mengatakan kepada wartawan, Selasa (20/8) bahwa polisi Hong Kong akan melancarkan penyelidikan internal terhadap 174 pengaduan mengenai kekerasan oleh polisi, termasuk pengaduan tentang gas air mata dan peluru karet yang ditembakkan ke arah demonstran. Ia tidak menyebut-nyebut tentang penarikan resmi legislasi ekstradisi yang kontroversial itu sebagaimana yang dituntut para demonstran, seraya menyatakan bahwa legislasi itu sudah “mati.”

Kekhawatiran kian besar di Hong Kong bahwa kota itu secara perlahan kehilangan otonominya, yang dijanjikan hingga 2047 berdasarkan perjanjian penyerahan kembali dengan Inggris. Warga Hong Kong sekarang ini dilindungi oleh Undang-Undang Dasar, seperangkat hak sipil dan politik yang dianggap sebagai konstitusi mini Hong Kong. [uh/ab]


Artikel yang berjudul “Pemimpin Hong Kong Serukan Pawai Damai Jadi Titik Balik Krisis” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments